Sabtu, 21 November 2015

METODE JAVA DENGAN MENGGUNAKAN ARRAY DI NETBEANS



  import java.util.Scanner;
  public class array {
    public static void main(String[] args){
       int InputArr;
      
        System.out.print("Masukkan Jumlah Barang Yang Akan Dibeli : ");
        Scanner sc = new Scanner(System.in);
        InputArr = sc.nextInt();
      
        String NamaBarang[] = new String [InputArr];
        int Jumlah[] = new int [InputArr];
        int Harga[] = new int [InputArr];
        int HargaTotal[] = new int [InputArr];
        int Total = 0;
      
        for (int i=0;InputArr>i;i++){
            System.out.println("---- SOFTWARE  KASIR ----");
            System.out.println("Masukkan Nama Barang : ");
            NamaBarang[i] = sc.next();
            System.out.println("Masukkan Jumlah Barang : ");
            Jumlah[i] = sc.nextInt();
            System.out.println("Masukkan Harga : ");
            Harga[i] = sc.nextInt();
            HargaTotal[i] = Jumlah[i]*Harga[i];
            Total = Total+HargaTotal[i];
            System.out.println("Total = " + Total);
            System.out.println("                               ");
        }
    }
}


Minggu, 15 November 2015

MOTIVASI

"Setiap orang punya jatah gagal. Habiskan jatah gagalmu saat muda." (Dahlan Iskan)

Saya termotivasi oleh motivasi Dahlan iskan yang ada diatas. Motivasi tersebut membuat saya tau agar menghabiskan jatah gagal dimasa muda saya agar saat sudah tidak muda lagi saya tidak mengulang kegagalan tersebut.


"Apa yang kamu miliki sekarang tidak selamanya bisa kamu pertahankan oleh karena itu janganlah sombong."

Saya termotivasi oleh motivasi saya sendiri yang ada diatas itu. Karena agar saya tidak sombong dengan keadaan yang saya miliki sekarang maupun yang akan datang karena semua itu akan hilang dengan sendirinya jika kita sombong dengan apa yang kita miliki.

Minggu, 08 November 2015

ARTIKEL SAYA



Kapolri mendeteksi 180 medsos sebarkan hate speech yang membuat ujaran kebencian untuk menyerang seseorang dengan akun palsu tersebut. Telah banyak yang menggunakan akun palsu untuk menyerang seseorang atau untuk meneror sehingga membuat kapolri bertindak untuk menangani kasus ini. Kapolri bekerja keras untuk memburu pemgguna akun palsu yang menggunakan ujaran kebencian untuk menyerang seseorang.
Menurut saya Kapolri harus bertindak cepat dan tegas untuk menyelesaikan masalah ini karena sudah mulai banyak orang dilecehkan di medsos dengan komentar-komentar yang tidak mengenakan. Sehingga seseorang yang di komentari tersebut menjadi jelek saat dipandang orang setelah dilecehkan tersebut. Kebanyakan akun palsu hanya untuk mencibir orang-orang terkenal hingga orang tersebut masuk ke media dengan berita yang menjatuhkan karir mereka. Seharusnya para hate speech dikasih hukuman agar mereka jera dan tidak mengulangi kebiasaan menyelah seseorang di media social.
Kapolri harus memberi hukuman yang sesuai dengan para hate speech sehinnga mereka jera. Kalaupun mereka tidak jera kapolri harus memblokir sebuah akun akun yang digunakan oleh para haters tersebut. Menurut saya para hate speech adalah orang-orang yang tidak memiliki kesibukkan sehingga mereka menyelah seseorang dan tidak melihat kehidupannya sendiri. Terkadang saya juga gagal paham oleh para haters, belum tentu mereka lebih baik dari orang yang mereka celah oleh karena itu kenapa mereka tidak mengurusi kehidupannya sendiri yang jauh lebih menyenangkan daripada mencelah kehidupan orang lain. #hatespeech

ARTIKEL SAYA

Sekarang saat jaman mulai modern semua aplikasi mulai bermunculan dan berpengaruh di kehidupan manusia. Dan munculnya sebuah  aplikasi yang disebut sebut sebagai narkoba jenis  baru yang membuat kalangan ramai dengan berita adanya aplikasi i-Doser. Membuat dunia maya sekarang tidak lagi aman banyaknya aplikasi yang mulai  memunculkan dampak negative untuk seseorang dan sangat menjadi sebuah ancaman untuk generasi yang akan datang. Aplikasi i-Doser ini sudah ada sejak tahun 2007 dan mulai ramai dibicarakan di tahun ini kareana sudah banyak pengguna yang mencoba aplikasi tersebut.

Pakar telematika, roy suryo menyatakan i- doser  tidak termasuk salah satu golongan narkoba. Roy  suryo dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, mengemukakan aplikasi ini pertama kali dikenal pada 2007 lalu dan disebut-sebut sementara kalangan sebagai “narkoba jenis baru” sekarang sedang diramaikan kembali aplikasi i-Doser melalui media maya. Dia mengatakan karena aplikasi ini hanya bersifat selaku stimulant yang menimbulkan persepsi kognitif dan sangat subjektif tergantung imajinasi yang melakukannya. Berdasar TI dan ilmu kesehatan masyarakat sudah dipaparkan juga di BNN  saat acara sebuah televise pencegahan pemerantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,kata mantan anggota DPR dan menteri pemuda dan olahraga ini. Kementerian komunikasi dan informatika untuk sementara memblokir empat domain terkait i-Doser yang kini menjadi kontroversi karena dianggap sebagai narkotika digital. Menurut kepala hubungan masyarakat dan pusat informasi kementrian kominfo, ismail cawindu di Jakarta mereka tetap memblokir domain i-Doser itu sementara waktu ini meski dalam  koordinasi dengan badan narkotika nasional diperoleh kesimpulan i-Doser bukan narkotika. Hal itu karena informasi i-Doser telah meresahkan masyarakat. Kementerian kominfo telah meminta kepada internet service provider (ISP) agar memfilter empat nama domain i-Doser agar tidak dapat diakses, yaitu i-doser.com, idoseraudio.com, idosersoftware.com, dan istoner.com.
Pemblokiran ini masih bersifat sementara menunggu rapat anggota Panel Kementerian Kominfo untuk mengambil keputusan terkait hal itu yang akan dilaksanakan pada Jumat, akan mengambil keputusan apakah akan diblokir permanen atau dibuka kembali, I-Doser pun menjadi pembicaraan masyarakat karena dinilai memberikan efek seperti narkotika. I-Doser merupakan aplikasi gelombang suara yang dapat mengakibatkan halusinasi. Hal ini dianggap dapat menyebabkan kecanduan yang membahayakan. Sejumlah negara sebelumnya juga telah memberitakan fenomena i-Doser itu. Sejumlah pihak menyerukan melarang mengunduh aplikasi i-Doser itu. BNN sebelumnya menegaskan bahwa aplikasi berbasis teknologi audio i-Doser tidak termasuk golongan narkotika. Sebenarnya narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Aplikasi seperti i-Doser yang berbasis teknologi audio dampaknya sangat beda dengan narkotika yang sesungguhnya karena itu menurut saya i-Doser bukanlah narkotika. Tetapi setiap orang berbeda beda ada yang mempunyai pendapat yang berbeda, i-Doser adalah sebuah aplikasi yang berbasis audio dan audio tersebut mempunyai dampak untuk mempengaruhi sebuah pendengarnya agar terbawa dengan suara yang ada dalam audio tersebut.
Meskipun gelombang suara yang dihasilkan i-Doser diklaim dapat memberikan sensasi seperti memakai narkoba oleh pendengarnya, i-Doser tidak termasuk dalam golongan narkotika, Kita harus berpikir positif agar kita tidak terbawa arus dalam jaman yang sangat modern ini. #hatespeech

Kamis, 15 Oktober 2015

PENGULANGAN JAVA

int harga1 = 5000,
            harga2 = 3500,
            harga3 = 4000,
            jumlah = 0;
         
        double diskon = 0, total = 0;
         
        String loop,
               pilihMenu = "";
        System.out.println("------------------------------------");
        System.out.println("|                Menu              |");
        System.out.println("------------------------------------");
        System.out.println("|  1. sabun             : Rp 4000  |");
        System.out.println("|  2. telur             : Rp 3500  |");
        System.out.println("|  3. teh               : Rp 5000  |");
        System.out.println("------------------------------------");

        Scanner scan = new Scanner (System.in);

        for (loop = "Y"; loop.equals ("Y") || loop.equals ("y");){
        System.out.print("Pilih Menu (1 s/d 3)    : ");
        int pilihan = scan.nextInt();

        switch(pilihan){//penyeleksian menggunakan switch case
    case 1://case 1 = apabila usr memilih menu nomor 1
            System.out.println("Anda memilih sabun    : Rp 4000");
            System.out.println("Jumlah sachet          : ");
            jumlah = scan.nextInt();
            pilihMenu = "sabun "+pilihMenu;
         
            total = total + (harga1*jumlah);
            break;
     case 2:
            System.out.println("Anda memilih telur : Rp 3500");
            System.out.println("Jumlah barang (Kg)    : ");
            jumlah = scan.nextInt();
            pilihMenu = "telur "+pilihMenu;
            total = total + (harga2*jumlah);
       break;
     case 3:
            System.out.println ("Anda memilih teh :Rp 5000");
            System.out.println ("Jumlah liter    :       ");
            jumlah = scan.nextInt();
            pilihMenu = "teh "+pilihMenu;
            total = total + (harga3*jumlah);
 
    default:
            System.out.println("Sorry, input menu yang anda masukkan tidak sesuai");
            }

        System.out.print("Ada lagi yg akan dipesan? (Y/N) : ");
        loop = scan.next();
        }
        System.out.println("Menu yang anda pesan adalah              : "+pilihMenu);
     
        if (total >= 200000)
            diskon = 0.15;
        else if (total >= 100000)
            diskon = 0.1;
        else if (total >= 50000)
            diskon = 0.5;
     
        if (jumlah >= 50)
            diskon = diskon + 0.5;
        System.out.println("Diskonnya Sebesar ="+diskon);
        System.out.println("Senilai Rp."+total*diskon);
        total= (total-(total*diskon));
   
        System.out.println("Terimakasih, total yang harus anda bayar : Rp " +total);
    }
    }
   
   

Selasa, 06 Oktober 2015

METODE JAVA MENGGUNAKAN SWITCH CASE DI NETBEANS





CARA-CARA MENGHITUNG DISKON DENGAN SCANNER

case 1: System.out.println("Anda akan membeli beras");
                  System.out.print("Masukkan jumlah beras = ");
                  jumlahbarang = in.nextInt();
                  harga = 10000*jumlahbarang;
                  System.out.println("Harga beras ="+harga);
                  if (jumlahbarang>=5) {
                        jumlahbarang=jumlahbarang + (jumlahbarang/5); 
                  }
                  System.out.println("Anda mendapat diskon sebesar 10% jadi membayar Rp "+(harga-(harga*0.1)));
                  System.out.println("Selamat anda sekaligus mendapatkan bonus 1 kg beras, jadi total  "+ jumlahbarang +"kg");
                  System.out.println("cukup dengan membayar Rp."+(harga-(harga*0.1)));
              break;
          case 2: System.out.println("Anda akan membeli telur");
          System.out.println("Masukkan jumlah  telur");
                    jumlahbarang = in.nextInt();
                    harga = 9000*jumlahbarang;
                    System.out.println("Harga telur = "+harga);
                    if(jumlahbarang>=5) {
                        jumlahbarang=jumlahbarang+ (jumlahbarang/5);
                    }
                    System.out.println("Anda mendapat diskon sebesar 8% jadi membayar Rp "+(harga-(harga*0.08)));
                    System.out.println("Selamat anda sekaligus mendapatkan bonus 1 kg telur, jadi total = "+jumlahbarang +"kg");
                    System.out.println("Cukup dengan membayar Rp. "+(harga-(harga*0.08)));
              break;
          case 3: System.out.println("Anda akan membeli gula");
           System.out.println("Masukkan jumlah gula");
                    jumlahbarang = in.nextInt();
                    harga = 11000*jumlahbarang;
                    System.out.println("Harga gula = "+harga);
                    if(jumlahbarang>=5) {
                        jumlahbarang=jumlahbarang+ (jumlahbarang/5);
                    }
                    System.out.println("Anda mendapat diskon sebesar 15% jadi membayar Rp "+(harga-(harga*0.15)));
                    System.out.println("Selamat anda sekaligus mendapatkan bonus 1 kg gula, jadi total  = "+jumlahbarang +"kg");
                    System.out.println("Cukup dengan membayar Rp. "+ (harga-(harga*0.15)));
              break;
          case 4: System.out.println("Anda akan membeli minyak");
          System.out.println("Masukkan jumlah minyak");
                    jumlahbarang = in.nextInt();
                    harga = 12000*jumlahbarang;
                    System.out.println("Harga minyak = "+harga);
                    if(jumlahbarang>=5) {
                        jumlahbarang=jumlahbarang+ (jumlahbarang/5);
                    }
                    System.out.println("Anda mendapat diskon sebesar 18% jadi membayar Rp "+(harga-(harga*0.18)));
                    System.out.println("Selamat anda sekaligus mendapatkan bonus 1 liter minyak, jadi total = "+jumlahbarang +"liter");
                    System.out.println("Cukup dengan membayar Rp. "+ (harga-(harga*0.18)));
              break;
          case 5: System.out.println("Anda akan membeli tepung");
               System.out.println("Masukkan jumlah tepung");
                    jumlahbarang = in.nextInt();
                    harga = 8500*jumlahbarang;
                    System.out.println("Harga tepung = "+harga);
                    if(jumlahbarang>=5) {
                        jumlahbarang=jumlahbarang+ (jumlahbarang/5);
                    }
                    System.out.println("Anda mendapat diskon sebesar 24% jadi membayar Rp "+(harga-(harga*0.24)));
                    System.out.println("Selamat anda sekaligus mendapatkan bonus 1 kg tepung, jadi total = "+jumlahbarang +"kg");
                    System.out.println("Cukup dengan membayar Rp. "+ (harga-(harga*0.24)));
      }
             
     
  }

}

SELAMAT MENCOBA :)